What is Repeater ?


A repeater is an electronic device that receives a signal and retransmits it at a higher level and/or higher power, or onto the other side of an obstruction, so that the signal can cover longer distances.

The term "repeater" originated with telegraphy and referred to an electromechanical device used to regenerate telegraph signals. Use of the term has continued in telephony and data communications.

In telecommunication, the term repeater has the following standardized meanings:

  1. An analog device that amplifies an input signal regardless of its nature (analog or digital).
  2. A digital device that amplifies, reshapes, retimes, or performs a combination of any of these functions on a digital input signal for retransmission.[1]

Because repeaters work with the actual physical signal, and do not attempt to interpret the data being transmitted, they operate on the Physical layer, the first layer of the OSI model.

[edit] Digipeater

A "digipeater" is a blend meaning "digital repeater", particularly used in amateur radio. Store and forward digipeaters generally receive a packet radio transmission and then retransmit it on the same frequency, unlike repeaters that receive on one and transmit on another frequency. A digipeater that is placed in the path between the two end stations reduces the effective "throughput" by 50% since each digipeater has to spend half it's time listening and half

Usage

Repeaters are often used in trans-continental and submarine communications cables, because the attenuation (signal loss) over such distances would be unacceptable without them. Repeaters are used in both copper-wire cables carrying electrical signals, and in fibre optics carrying light.

Repeaters are used in radio communication services. Radio repeaters often transmit and receive on different frequencies. A special subgroup of those repeaters is those used in amateur radio.

Repeaters are also used extensively in broadcasting, where they are known as translators, boosters or TV relay transmitters.

When providing a point-to-point telecom link using radio beyond line of sight, one uses repeaters in a microwave radio relay. A reflector, often on a mountaintop, that relays such signals around an obstacle, is called a passive repeater or Passive Radio Link Deflection. A microwave repeater in a communications satellite is called a transponder.

In optical communications the term repeater is used to describe a piece of equipment that receives an optical signal, converts that signal into an electrical one, regenerates it, and then retransmits an optical signal. Since such a device converts the optical signal into an electrical one, and then back to an optical signal, they are often known as Optical-Electrical-Optical (OEO) repeaters.

Before the invention of electronic amplifiers, mechanically coupled carbon microphones were used as amplifiers in telephone repeaters. The invention of the audion tube made transcontinental telephony practical. In the 1930s vacuum tube repeaters using hybrid coils became commonplace, allowing the use of thinner wires. In the 1950s negative impedance gain devices were more popular, and a transistorized version called the E6 repeater was the final major type used in the Bell System before the low cost of digital transmission made all voiceband repeaters obsolete. Frequency frogging repeaters were commonplace in frequency-division multiplexing systems from the middle to late 20th century.


Windows 7 Masuki Tahap RTM


Versi final dari sistem operasi terbaru Microsoft, Windows 7, sudah diputuskan dan siap dikirim ke para mitra Microsoft. Tepatnya, Windows 7 sudah memasuki tahap RTM (release to manufacturing). Ini berarti para mitra Microsoft mulai bisa menyesuaikan mesin-mesinnya agar mampu menjalankan OS baru tersebut.

Mitra vendor hardware (IHV) dan software independen (ISV) dapat mengunduh Windows 7 RTM dari Microsoft Connect atau MSDN pada 6 Agustus. Microsoft Partner Program Gold/Certified Members baru bisa mengunduh OS yang berbahasa Inggris dari portal Microsoft Partner Network (MPN) pada 16 Agustus.

Microsoft Action Pack Subscribers dijadwalkan memperoleh versi berbahasa Inggris pada 23 Agustus. Dan baru pada 1 Oktober, pilihan bahasa lainnya akan tersedia secara lengkap .

Sementara itu para pelanggan bisnis (Volume License dengan lisensi Software Assurance) dipersilakan mengunduh Windows 7 RTM dalam bahasa Inggris mulai 7 Agustus melalui Volume License Service Center. Namun pelanggan VL tanpa lisensi SA baru boleh membeli Windows 7 melalui VL pada 1 September.

Bagaimana dengan para penguji beta dan "enthusiasts." Jika Anda anggota dari TechNet, Anda sudah bisa mengunduh Windows 7 pada 6 Agustus. Namun jika tidak, Anda dipersilakan membeli versi ritel yang dirilis 22 Oktober mendatang.

Di Windows 7 Team Blog itu juga disebutkan bahwa akan ada versi family dari Windows 7 Home Premium di pasar-pasar tertentu. Versi ini boleh di-instal maksimal di 3 PC.

Selain Windows 7, Microsoft juga sudah mengirimkan Windows Server 2008 R2 ke para manufaktur. OS ini diperkirakan akan tersedia pada atau sebelum 22 Oktober.


TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF). Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.


Arsitektur

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram, TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Setiap lapisan yang dimiliki oleh kumpulan protokol (protocol suite) TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:


Pengalamatan

Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:

  • Pengalamatan IP: yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID 205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) (dinamis).
  • Fully qualified domain name (FQDN): Alamat ini merupakan alamat yang direpresentasikan dalam nama alfanumerik yang diekspresikan dalam bentuk <nama_host>.<nama_domain>, di mana mengindentifikasikan jaringan di mana sebuah komputer berada, dan mengidentifikasikan sebuah komputer dalam jaringan. Pengalamatan FQDN digunakan oleh skema penamaan domain Domain Name System (DNS). Sebagai contoh, alamat FQDN id.wikipedia.org merepresentasikan sebuah host dengan nama "id" yang terdapat di dalam domain jaringan "wikipedia.org". Nama domain wikipedia.org merupakan second-level domain yang terdaftar di dalam top-level domain .org, yang terdaftar dalam root DNS, yang memiliki nama "." (titik). Penggunaan FQDN lebih bersahabat dan lebih mudah diingat ketimbang dengan menggunakan alamat IP. Akan tetapi, dalam TCP/IP, agar komunikasi dapat berjalan, FQDN harus diterjemahkan terlebih dahulu (proses penerjemahan ini disebut sebagai resolusi nama) ke dalam alamat IP dengan menggunakan server yang menjalankan DNS, yang disebut dengan Name Server atau dengan menggunakan berkas hosts (/etc/hosts atau %systemroot%\system32\drivers\etc\hosts) yang disimpan di dalam mesin yang bersangkutan.

Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol Model OSI, berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai "upper level protocol" sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai "lower level protocol". Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan lapisan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau di bawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport di atasnya atau dengan lapisan data link di bawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yang penting karena suatu fungsi yang rumit yang berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yang lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yang dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat. Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai Peer process. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat interface (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai


Simple Mail Transfer Protocol


SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.

Protokol ini timbul karena desain sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak.



IEEE 802.11



IEEE 802.11

arsitektur umum 802.11 wlan.jpg

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah LAN yang menggunakan transmisi radio, bukan enggunakan kabel atau serat optik. WLAN memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi tanpa kawat/kabel. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 dan dapat mendukung berbagai aplikasi seperti e-mail, transfer file, audio/video conferencing, dan lain-lain. IEEE 802.11 – 1999 adalah adalah dasar dari pengembangan selanjutnya dari WLAN. Distandardisasi oleh IEEE 802.11, yang merupakan anggota dari IEEE 802 LAN/MAN Standards Committee (LMSC). Dimulai pada tahun 1991 untuk menstandardisasi teknologi jaringan data yang berbasis Radio Frequency (RF) 1 Mb/s dan kemudian selesai pada 1999 dengan diperkenalkannya standar WLAN 802.11 yang pertama dan terus mendorong untuk perkembangan teknologi WLAN di seluruh dunia.

Kelebihan dan Kelemahan dari 802.11

Kelebihan 802.11 antara lain :

a. Mobilitas

b. Sesuai dengan jaringan IP

c. Konektifitas data dengan kecepatan tinggi

d. Frekuensi yang tidak terlisensi

e.Aspek keamanan yang tinggi

f. Instalasi mudah dan cepat

g. Tidak rumit

h. Sangat murah


Kelemahan 802.11 antara lain :

a. Bandwidth yang terbatas karena dibagi-bagi berdasarkan spektrum RF untuk teknologi-teknologi lain

b. Kanal non-overlap yang terbatas

c.Efek multipath

d. Interferensi dengan pita frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz

e. QoS yang terbatas

f. Power control

g.Protokol MAC high overhead

Arsitektur Jaringan WLAN

Arsitektur 802.11 LAN mirip arsitektur seluler di mana sistem ini dibagi-bagi menjadi beberapa sel. Tiap sel (yang disebut dengan Basic Service Set atau BSS) dikontrol oleh Base Station (yang disebut dengan Access Point atau biasa disingkat AP). Terdapat 2 jenis BSS, yaitu independent BSS (IBSS) apabila MS tidak dihubungkan menggunakan AP, dan disebut infrastructure BSS apabila terdapat AP yang menghubungkan MS. Walaupun WLAN dapat berupa sel tunggal,dengan sebuah AP, kebanyakan instalasi WLAN terdiri dari beberapa sel, di mana AP terhubung melalui suatu backbone (disebut dengan Distribution System atau DS). Backbone ini biasanya berupa Ethernet dan dalam beberapa kasus juga dapat berupa wireless. Jaringan WLAN yang telah terinterkoneksi secara utuh, termasuk dengan sel-sel yang berbeda, seluruh AP dan DS dipandang sebagai satu jaringan 802.11 bagi layer di atasnya dan jaringan ini disebut dengan Extended Service Set (ESS).

arsitektur umum 802.11 wlan.jpg

Standar ini juga mendefinisikan konsep dari portal, yaitu sebuah perangkat yang terinterkoneksi antara 802.11 dan jaringan LAN 802 yang lain.


topologi jaringan wlan.jpg

Operasi Dasar 802.11 Scanning

Scanning adalah langkah pertama bagi MS untuk bergabung dalam jaringan AP. Terdapat 2 jenis scanning, yaitu Passive Scan apabila client hanya menunggu untuk menerima Beacon Frame dari AP, jadi MS mencari jaringan dengan hanya mendengarkan Beacon sampai MS menemukan jaringan yang sesuai untuk bergabung, yang kedua adalah Active Scan di mana MS mencoba untuk menemukan AP dengan mengirimkan Probe Request Frames dan menunggu Probe Response dari AP.

mekanisme scanning.jpg

Synchronization

Hal ini diperlukan agar client tetap tersinkronisasi dengan AP sehingga client dapat melakukan fungsi-fungsi seperti power save. AP mengirimkan Beacon Frame yang berisi timestamp dari AP, client akan mensinkronkan clocknya dengan clock AP berdasarkan timestamp ini.


Authentication

Pada awalnya MS harus terotentikasi oleh AP untuk bergabung dalam jaringan AP tersebut. 802.11 mendefinisikan dua jenis otentikasi, yaitu Open System di mana client mengirimkan authentication request ke AP yang kemudian akan dijawab oleh

authentication subtypes.jpg



Association

Langkah selanjutnya setelah otentikasi adalah asosiasi. Asosiasi menungkinkan terjadinya transfer data antara MS dengan AP. MS mengirimkan Association Request Frame kepada AP yang akan menjawab dengna Association Response Frame yang dapat mengijinkan atau tidak mengijinkan asosiasi. Saat asosiasi berhasil, AP akan mengirimkan Association ID dan akan menambahkan client ke database client yang terkoneksi.

diagram state dari mekanisme asosiasi.jpg


Data Tranfer

Tranfer data dapat dilakukan hanya setelah otentikasi dan asosiasi berhasil. Setiap data frame harus diikuti oleh acknowledgement. AP akan meneruskan data frame yang diterimanya ke jaringan kabel yang dituju. AP juga meneruskan data dari jaringan kabel.

Arsitektur Protokol IEEE 802.11


MAC Layer

Tugas dari MAC Layer dibagi menjadi MAC sub-layer dan MAC management sub-layer. MAC sub-layer bertanggung jawab pada mekanisme akses dan format paket, sementara MAC management sub-layer bertanggung jawab pada power management, keamanan, dan roaming.

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme