Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacking. Tampilkan semua postingan

Cara Kerja Komputer

Tentu anda sudah sering menggunakan komputer bukan?? untuk browsing internet, edit foto atau video,.. Tapi, apakah anda tahu bagaimana sebuah komputer bekerja ?? ,ingin tahu bagaimana sebuah mesin yang disebut komputer bisa bekerja? Anda penasaran bagimana kok komputer bisa bekerja sedemikian rupa sehingga bisa membantu memudahkan pekerjaan manusia?

OK, penjelasan kita lanjutkan.....
Dulu pada saat teknologi yang digunakan pada komputer digital sudah berganti secara dramatis, yaitu sejak komputer pertama pada tahun 1940-an, komputer kebanyakan masih memakai arsitektur milik Von Neumann, yang diusulkan oleh John von Neumanndi pada awal tahun 1940-an.
Seorang Arsitektur, bapak Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama yaitu;
1. unit Aritmatika dan Logis atau disingkat ALU,
2. unit kontrol,
3. memori,
4. alat masukan dan hasil (nama lainnya I/O).

a. Memori
Pada sistem ini memori adalah urutan byte yang diberi nomor, dapat diumpamakan seperti {sel} atau {lubang burung dara}, pada setiap kantong berisikan sepotong informasi yang kecil. Informasi itu yang memungkinkan nanti akan menjadi perintah untuk mengatakan kepada komputer apa yang harus dikerjakan oleh komputer itu.
Memori ini bertugas menampung berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Jika ada informasi yang belum terbentuk menjadi biner akan dipecahkan atau istilah lain adalah “encoded”, menjadi sejumlah instruksi yang akan mengubah informasi tersebut menjadi sebuah angka / urutan angka-angka. Misalanya adalah ; Huruf “C” disimpan sebagai angka desimal 70 atau angka biner, menggunakan salah satu metode pemecahan. Instruksi yang lebih kompleks dapat dipakai sebagai tempat untuk menyimpan data berupa data gambar, data suara, data video, dan berbagai macam data lainnya. data yang dapat disimpan di dalam satu sell disebut dengan sebuah “byte”.
Umumnya memori dapat ditulis kembali menjadi lebih dari jutaan kali, memori bisa dianalogikan sebagai sebuah Kertas dan pensil yang bisa ditulis kemudian bisa dihapus lagi, ketimbang sebuah kertas dengan spidol yang tidak bisa dihapus hapus lagi
Ukuran dari setiap sel, serta jumlah sel, mengalami perubahan yang sangat mengagumkan dari generasi komputer yang lama ke generasi komputer yang lebih modern, begitu pula dengan teknologi dalam cara pembuatan memori telah mengalami perubahan yang sangat mengagumkan. Diawali dari teknologi relay elektromekanik, kemudian ke teknologi tabung yang diisi dengan air raksa, lalu kemudian pegas dimana pulsa akustik terbentuk, kemudian teknologi matriks magnet permanen ke setiap transistor, lalu sampai kemudian ke sirkuit terpadu dengan jutaan transistor di atas satu chip silikon.

a. Pemrosesan
Sebuah CPU atau singkatan dari Unit Pemproses Pusat dalam bahasa inggrisnya central processing unit, bertugas untuk memproses arahan, melakukan pengiraan dan mengatur lalu lintas informasi menerusi system komputer. Unit atau perangkat pemprosesan juga akan melakukan komunikasi dengan perangkat input, output dan penyimpanan untuk melaksanakan arahan-arahan yang berkaitan.
Di dalam arsitektur milik bapak von Neumann yang asli, ia telah menjelaskan tentang sebuah Unit Aritmatika dan Logika, serta sebuah Unit Kontrol. Pada komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu yaitu IC atau Integrated Circuit, yang juga dinamakan CPU atau Central Processing Unit.
Apakah yang dimaksud dengan Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU)? Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU) adalah alat yang melakukan tugas dasar seperti tugas aritmatika (penjumlahan, pengurangan, dan semacamnya), tugas logis (and, or, not), dan pelaksanaan perbandingan (contohnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan “kerja” yang nyata.
Unit kontrol menyimpan perintah yang dilakukan oleh komputer, memerintahkan ALU untuk melaksanaan dan mendapat kembali informasi (dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan perintah itu, dan memindahkan kembali hasil ke lokasi memori yang sesuai. Sekali yang terjadi, unit kontrol pergi ke perintah berikutnya.

b. Input dan Hasil
I/O mengizinkan komputer memperoleh informasi dari dunia luar, dan meletakkan hasil pekerjaannya di sana, dapat berbentuk fisik atau non fisik. Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab ditelinga kita seperti keyboard, monitor dan hardisk, ke yang lebih tidak biasa misalnya adalah webcam (kamera web), mesin printer, mesin scanner, dan lain lain.
Yang dipunyai oleh semua alat masukan biasa adalah bahwa mereka merubah informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, merubah data ke dalam informasi yang dapat dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital ialah contoh dari sistem pengolah data.

c. Instruksi / perintah
Perintah atau instruksi yang dibahas seperti judul di atas adalah tidak perintah kaya bahasa manusiawi. Komputer hanya mempunyai jumlah yang terbatas perintah sederhana yang dirumuskan dengan baik. Perintah biasa yang dipahami kebanyakan komputer ialah misalnya “melakukan penyalinan isi sel 456, dan tempat tiruan di sel 789?, menambahkan isi sel 888 ke sel 063, dan tempat akibat di sel 024?, dan “jika isi sel 777 adalah 0, perintah berikutnya anda di sel 456?.
Perintah atau Instruksi dimulai dalam komputer sebagai nomor - kode untuk “menyalin” mungkin menjadi 001, misalnya. Suatu himpunan perintah khusus yang didukung oleh komputer tertentu diketahui sebagai bahasa mesin komputer. Dalam prakteknya, orang biasanya tidak menulis perintah untuk komputer secara langsung di bahasa mesin tetapi memakai bahasa pemrograman “tingkat tinggi” yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mesin secara otomatis oleh program komputer khusus (interpreter dan kompiler). Beberapa bahasa pemrograman berhubungan erat dengan bahasa mesin, seperti assembler (bahasa tingkat rendah); di sisi lain, bahasa seperti Prolog didasarkan pada prinsip abstrak yang jauh dari detail pelaksanaan sebenarnya oleh mesin (bahasa tingkat tinggi)

d. Arsitektur
Komputer kontemporer meletakkan ALU dan juga unit kontrol ke dalam satu sirkuit terpadu yang dikenal sebagai Central Processing Unit (CPU). Biasanya, memori komputer ditempatkan di atas beberapa sirkuit terpadu yang kecil dekat CPU. Alat yang menempati sebagian besar ruangan dalam komputer adalah ancilliary sistem (misalnya, untuk menyediakan tenaga listrik) atau alat I/O.
Beberapa komputer yang lebih besar berbeda dari model di atas di satu hal utama - mereka mempunyai beberapa CPU dan unit kontrol yang bekerja secara bersamaan. Terlebih lagi, beberapa komputer, yang dipakai sebagian besar untuk maksud penelitian dan perkomputeran ilmiah, sudah berbeda secara signifikan dari model di atas, tetapi mereka sudah menemukan sedikit penggunaan komersial.
Fungsi dari komputer secara prinsip sebenarnya cukup sederhana. Komputer mencapai perintah dan data dari memorinya. Perintah dilakukan, hasil disimpan, dan perintah berikutnya dicapai. Ulang prosedur ini sampai komputer dimatikan.

e. Program
Program komputer merupakan daftar perintah yang besar untuk dilakukan oleh komputer. Banyak program komputer berisi jutaan perintah, dan banyak dari perintah itu dilakukan berulang kali. Suatu Komputer modern yang umum dapat mengerjakan sekitar dua sampai tiga milyar perintah dalam satu detik. Komputer tidak mendapat kemampuan luar biasa, mereka lewat kemampuan untuk melakukan perintah kompleks. Tetapi, mereka melakukan jutaan perintah sederhana yang diatur oleh orang yang disebut (programmer). [Programmer Baik mengembangkan set-set perintah untuk melakukan tugas biasa sebagai contoh, menggambar titik di layar dan lalu membuat set-set perintah itu tersedia kepada programmer lain]. Saat ini, kebanyakan komputer melakukan beberapa program sekaligus. Ini biasanya diserahkan ke sebagai multitasking. CPU melakukan perintah dari satu program, kemudian setelah beberapa saat, CPU beralih ke program kedua dan melakukan beberapa perintahnya.

f. Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan semacam gabungan dari potongan kode yang berguna. Ketika semacam kode komputer dapat dipakai secara bersama oleh bermacam-macam program komputer, kemudian setelah bertahun-tahun, programer akhirnya memindahkannya ke dalam sistem operasi.
Sistem operasi, dapat menentukan program man yang dijalankan, kapan, dan alat mana “seperti memori atau I/O” yang mereka pakai. Sistem operasi juga memberikan pelayanan kepada program lain, seperti kode “driver” yang mengizinkan seorang programer untuk menulis program untuk suatu mesin tanpa perlu mengetahui detail dari semua alat elektronik yang berhubungan.

Cara Hacker Menyerang Dan Jenis Serangannya.

Dalam dunia hacking di Internet dikenal ada banyak jenis serangan terhadap
server. Diantara jenis-jenis serangan dasar yang dapat dikelompokkan dalam minimal 6
kelas, yaitu:

Intrusion

Pada jenis serangan ini seorang cracker (umumnya sudah level hacker) akan dapat
menggunakan sistem komputer server. Serangan ini lebih terfokus pada full access granted
dan tidak bertujuan merusak. Jenis serangan ini pula yg diterapkan oleh para hacker untuk
menguji keamanan sistem jaringan mereka.
Dilakukan dalam beberapa tahap dan tidak dalam
skema kerja spesifik pada setiap serangannya (dijelaskan pada artikel lain).
Hacking is an Art!? =)

Denial of Services (DoS)

Penyerangan pada jenis DoS mengakibatkan layanan server mengalami stuck karena kebanjiran
request oleh mesin penyerang. Pada contoh kasus Distributed Denial of Services (DDoS)
misalnya; dengan menggunakan mesin-mesin zombie, sang penyerang akan melakukan packeting
request pada server secara serentak asimetris dan simultan sehingga buffer server akan
kelabakan menjawabnya!? Stuck/hung akan menimpa server. Jadi bukan server lagi namanya!?
(servicenya mati masak dibilang server? hehehe....)

Joyrider

Nah, ini namanya serangan iseng!? Karena kebanyakan baca novel-novel hacking dan gak bisa
belajar benar, isenglah jadinya nyoba-nyoba nyerang pake ilmu-ilmu instan super cepat
(istilahnya 'onani' dimesin orang). Atau dengan alasan pengen tau isinya mesin orang!? =).
Yang jelas serangan jenis ini rata-rata karena rasa ingin tau, tapi ada juga yang sampe
menyebabkan kerusakan atau kehilangan data.

Vandal

Jenis serangan spesialis pengrusak!? nothing else to explain mbah!? =)

Scorekeeper

Serangan yang bertujuan mencapai reputasi hasil cracking terbanyak. Biasanya hanya
berbentuk deface halaman web (index/nambah halaman) dengan memampangakan NickName dan
kelompok tertentu. Sebagian besar masih tidak perduli dengan isi mesin sasarannya =).
Saat ini jenis penyerang ini lebih dikenal dengan sebutan WannaBe/Script kiddies.

Spy

Tiga hurup saja. Jenis serangan untuk memperoleh data atau informasi rahasia dari mesin
target. Biasanya menyerang pada mesin-mesin dengan aplikasi database didalamnya. Kadang
kala suatu perusahaan menyewa 'mata-mata' untuk mencuri data perusahaan rivalnya


1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga
sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar
network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan
serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari
Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C. IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’
packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk
routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah
untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker
tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack

Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang
diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk
mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service.
Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil
resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang
attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa
membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang
diserang.

Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering
dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki.
Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di
upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow
Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce
attack(menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff
informasi yang berada dalam sistem.


3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi
diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan
peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang
sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk
melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact. Utility ini juga
menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada
dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem.

Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah
sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi
seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk
memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.


4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara
significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa
menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan
dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua
station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini
adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya
menyerah.

Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or
volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas
besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu
network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup
power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas
proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar
akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya
mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa
firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi
alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash.
Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk
menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.


6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command
manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode
(malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email
bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file
aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain
(BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis
yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak
perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi
online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP.
Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin
saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka
sesuatu yang dilindungi oleh password. Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang
dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih
karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat
meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai
hal ini dengan cara teknikal. Kebnayakan seranagn yang dilakukan terhadap password adalah menebak
(guessing), brute force, cracking dan sniffing.


9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan
proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai
kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem
saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.


10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource
sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota
network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan
pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi
perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack

Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel)
yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network
dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk
mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions

Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program
penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ☺) pada
system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini
mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan
membuka backdoor.


13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai
macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi.
Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk
publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
Interception

TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan
informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force,
serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks

Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd
bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.
HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan
untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat
overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan
string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker
akses ke command prompt.

Jenis-Jenis Hacking Wireless

Macam Macam Hacking Wireless :

1. Sniffing to Eavesdrop
Packet yang merupakan data seperti Akses HTTP, Email dll, yang melewati transmisi wireless gelombang dapat dengan mudah juga ditangkap dan dianalisa oleh attacker dengan menggunakan aplikasi “Packet Sniffer”


2. Deniel Of service attack
Inilah serangan yang paling ditakutkan oleh para Admin. Denial Of service memang relatif sulit untuk dicegah. Serangan ini dapat menimbulkan downtime pada jaringan. Tool gratisan seperti Wireless LANJack dan hunter_killer mampu melakukan serangan ini. Serangan ini bisa saja diarahkan pada user biasa agar user tersebut tidak bisa terkoneksi dengan suatu access point. Tujuannya tak lain adalah supaya tidak ada pengguna yang bisa menggunakan layanan jaringan Karena adanya kekacauan lalulintas data (penolakan layanan).
Serangan jenis ini yaitu dengan membanjiri/flooding yang mengakibatkan sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan packet-packet yang rusak.
Seorang penyusup bisa saja mengelabui Extensible Authentication Protocol (EAP) untuk melakukan serangan DoS terhadap suatu server. Aksi ini dibarengi dengan melakukan flooding data. Dengan demikian maka tidak ada satu pun user yang bisa melakukan koneksi dengan layanan jaringan.

3. Man in the middle attack
“Man-in-the-middle”. Sebenarnya inilah sebuatn bagi sang penyusup. Serangan Man-in-the-Middle dilakukan dengan mengelabui koneksi VPN antara komputer pengguna resmi dan access point dengan cara memasukkan komputer lain di antara keduanya sebagai pancingan. Jenis serangan ini hampir sama dengan jenis serangan pada jaringan kabel. Program yang digunakan juga sama, kecuali perangkat wirelessnya. Dengan menggunakan sebuah program, penyusup mampu memosisikan diri di antara lalu lintas komunikasi data dalam jaringan nirkabel.
Serangan seperti ini mudah dilakukan dengan bantuan software yang tepat, misalnya saja Wireless LANJack atau AirJack. Akan tetapi serangan jenis ini juga relatif mudah dicegah dengan IDS yang handal yang mampu memonitoring 24 jam sehari.

4. Rogue/Unauthorized Access Point
Rogue AP ini merupakan ancaman karena adanya AP liar yang dipasang oleh orang yang ingin Menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara illegal/tanpa izin, yang menyebabkan penyerang dapat menyusup di jaringan melalui AP rogue ini.

5. Access Point yang dikonfigurasi tidak benar
Hal ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi system keamanan AP.

6. Network Injection
Apabila sebuah access point terhubung dengan jaringan yang tidak terfilter secara baik, maka penyusup berpotensi untuk melakukan aksi boardcast – seperti spanning tree (802.1D), OSPF, RIP, dan HSRP. Dalam kondisi ini, maka semua perangkat jaringan akan sibuk dan tidak mampu lagi bekerja sebagaimana mestinya. Routing attack juga termasuk dalam serangan jenis ini. Sang penyusup bisa melakukan hal ini dengan mudah menggunakan program seperti IRPAS, yang dipergunakan untuk melakukan injeksi data pada update routing di jaringan, mengubah gateway, atau menghapus table routing yang ada.

Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless tersebut di atas dilakukan dengan cara-cara yang dikenal dengan nama Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, WarSpying dll. Banyaknya Access Point/Base Station yang dibangun yang seiring dengan mulai murahnya biaya berlangganan koneksi internet maka kegiatan-kegiatan hacking ytersebut di atas, biasa diterapkan untuk mendapatkan akses internet secara illegal yang tentunya tanpa perlu membayar alias gratis.

Penggunaan Wireless LAN (WLAN) yang sering digunakan setiap waktu mulai dari bandara, restoran, café-café, ataupun personal di rumah-rumah menandakan betapa pertumbuhan infrastruktur jaringan wireless ini sangat cepat menyebar, yang mana bidang bisnis dibidang ini khususnya menjual akses bandwith internet/data sangat dirasakan faedahnya. Seperti halnya bisnis proteksi system kemanan pada PC dan internet, yang harus di pahami oleh para penyedia layanan tersebut bahwa wireless juga memiliki resiko-resiko kemanan walaupun mereka menyediakan produktivitas ataupun mobilitas.

Sistem keamanan di jaringan wireless sebenarnya sangat rentan disusupi oleh attacker (penyerang) atau hacker yang turut meramaikan trafik jaringan wireless target dan bahkan sifatnya bisa merusak, seperti mencuri data, mengobrak-abrik system keamanan, merusak konfigurasi system dan yang sekarang ini lagi tren karena semakin berjamurnya Access Point oleh penyedia internet (ISP) yaitu dengan cara numpang bandwith untuk mendapatkan akses internet gratis dengan menembus system keamanan jaringan wireless AP tersebut. Pertanyaannya, maukah anda menjadi target oleh hacker atau attacker tersebut, tentulah jawabannya “tidak”., untuk itu perlu mengetahui apa yang menjadi celah sehingga system keamanan jaringan wireless bisa di susupi dan bahkan diserang serta dihancur leburkan.

Teknik Hacking

Ada macam-macam cara hacking atau criminal untuk dapat mengancam jaringan web. Berikut ini ada beberapa teknik hacking :

* Ressonaissance Dalam teknik ini, criminal dapat memperoleh informasi mengenai target system, termasuk username, password, parameter input
, program atau bahasa script, tipe server, dan system operasi.

* Probe Dalam fase ini criminal mendeteksi kelemahan system SQL injection termasuk dalam teknik ini dan banyak digunakan untuk menemukan hal tersembunyi dan lubang keamanan yang ada.

* Toehold Criminal akan memproses fase ini ketika penyusup masuk ke dalam system, membangun koneksi, biasanya menyerang session, mencari informasi system dan mulai mengeksploitasi kelemahan keamanan.

* Advancement Fase ini criminal akan mencari konfigurasi error dan mengubah ke account user yang masih unprivileged menjadi priilege, atau bergerak dari normal user dengan sedikit izin akses menjadi administrator, dimana setelah itu criminal akan mendapatkan full akses untuk membuat, menghapus, memodifikasi, menerima atau memindahkan file dan informasi.

* Stealth Langkah stealth ini berupa penyamaran keberadaan penyusup yang sudah masuk ke system. Langkah tersebut dilakukan dengan mengakses dan memodifikasi log file untuk menghilangkan bukti yang dapat memberitahukan user mengenai serangan tersebut.

* Listening Port Dalam listening port tersebut, penyusup akan mengeset backdoor, yakni program jahat yang akan memastikan aktivitas selanjutnya tidak bisa dilakukan. Program itu dinamakan stealth, atau tool backdoor, atau sniffer. Selain itu, penyusup juga dapat memberikan informasi yang salah ketika user mengakses file dan memproses jaringan system, dengan tujuan untuk menyamarkan keberadaan user.

* Takeover Digunakan untuk memperluas control dari satu system ke system lain di jaringan yang sama. Penyusup dapat menggunakan sniffer untuk mendeteksi informasi di host lain, seperti username dan password. Step ini dapat digunakan untuk menemukan host computer yang belum terkena hack sehingga penyusup dapat mengakses host lain. Step ini umumnya dilakukan dengan bahasa pemrograman yang simpe dan dikontrol oleh programmer.

Kumpulan Tool Hacker

Daftar Situs Hacker

Blocking Virus di Firewall Mikrotik


1;;; BLOCK SPAMMERS OR INFECTED USERS
/ ip firewall filter
chain=forward protocol=tcp dst-port=25 src-address-list=spammer
action=drop
2;;; Detect and add-list SMTP virus or spammers
chain=forward protocol=tcp dst-port=25 connection-limit=30,32 limit=50,5 src-addresslist=!
spammer action=add-src-to-address-list
address-list=spammer address-list-timeout=1d
/ip firewall nat chain=srcnat out-interface=”your interface which provides internet” srcaddress=”
network 1? action=masquerade
you need to add chains for each subnet you have ,for the head office subnet you need
to add this
/ip firewall nat chain=srcnat out-interface=”your interface which provides internet”
action=masquerade
/ ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address=202.168.47.17 protocol=udp dst-port=5060-5080 \
action=mark-connection new-connection-mark=voip-con passthrough=yes \
comment=”” disabled=no
add chain=prerouting dst-address=202.168.47.17 protocol=udp \
dst-port=19000-20000 action=mark-connection new-connection-mark=voip-con \
passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=voip-con action=mark-packet \
new-packet-mark=voip passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=22-23 action=mark-connection \
new-connection-mark=sshtelnet-con passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=sshtelnet-con action=mark-packet \
new-packet-mark=sshtelnet passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection \
new-connection-mark=p2p-con passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=p2p-con action=mark-packet \
new-packet-mark=p2p passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=everything-con \
passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=everything-con action=mark-packet \
new-packet-mark=everything passthrough=yes comment=”” disabled=no

Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY

Pada penggunaan queue (bandwidth limiter), penentuan CHAIN pada MENGLE sangat
menentukan jalannya sebuah rule. Jika kita memasang SRC-NAT dan WEB-PROXY
pada mesin yang sama, sering kali agak sulit untuk membuat rule QUEUE yang
sempurna. Penjelasan detail mengenai pemilihan CHAIN, dapat dilihat pada manual
Mikrotik di sini.
Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi
2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang
dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.
[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R public ether 0 0 1500
1 R lan wlan 0 0 1500
Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah
subnet gateway untuk mesin ini.
[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.217/24 192.168.0.0 192.168.0.255 public
1 172.21.1.1/24 172.21.1.0 172.21.1.255 lan
Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.
[admin@instaler] > ip web-proxy pr
enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 3128
hostname: “proxy”
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: “webmaster”
max-object-size: 4096KiB
cache-drive: system
max-cache-size: none
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 0KiB
reserved-for-ram-cache: 154624KiB
Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk
membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY
[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=public
src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade
1 chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24
protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128
Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita
akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang
pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang
pada contoh ini kita sebut test-down.
Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa
langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter
SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket
data untuk upstream ini kita namai test-up.
Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena
kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada
contoh ini, kita namai test-conn.
Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data
downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita
menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.
Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan
chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di
luar router.
Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.
Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.
[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 ;;; UP TRAFFIC
chain=prerouting in-interface=lan
src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-up passthrough=no
1 ;;; CONN-MARK
chain=forward src-address=172.21.1.0/24
action=mark-connection
new-connection-mark=test-conn passthrough=yes
2 ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
chain=forward in-interface=public
connection-mark=test-conn action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
3 ;;; DOWN-VIA PROXY
chain=output out-interface=lan
dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue
tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting
di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan,
sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita
menggunakan parent global-in.
[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid
0 name=”downstream” parent=lan packet-mark=test-down
limit-at=32000 queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
1 name=”upstream” parent=global-in
packet-mark=test-up limit-at=32000
queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan
tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.


Memanipulasi ToS ICMP & DNS di MikroTik

Tujuan :
o Memperkecil delay ping dari sisi klien ke arah Internet.
o Mempercepat resolving hostname ke ip address.
Asumsi : Klien-klien berada pada subnet 10.10.10.0/28
1. Memanipulasi Type of Service untuk ICMP Packet :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=icmp
action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=markpacket
new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos
new-tos=min-delay
2. Memanipulasi Type of Service untuk DNS Resolving :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=tcp dstport=
53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=udp dstport=
53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=markpacket
new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos
new-tos=min-delay
3. Menambahkan Queue Type :
> queue type add name=”PFIFO-64″ kind=pfifo pfifo-limit=64
4. Mengalokasikan Bandwidth untuk ICMP Packet :
> queue tree add name=ICMP parent=INTERNET packet-mark=ICMP-PM priority=1
limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
5. Mengalokasikan Bandwidth untuk DNS Resolving :
> queue tree add name=DNS parent=INTERNET packet-mark=DNS-PM priority=1 limitat=
8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
6. Selamat Mencoba n Good Luck!!!


Memblokir Situs dengan MikrotikRouterOS

Untuk memblokir suatu situs dengan MikrotikRouterOS maka langkahnya adalah:
1. Aktifkan webproxynya
[gungun@smanelaeuy] > ip web-proxy [enter]
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy> set enabled=yes max-ram-cache-size=none
max-cache-size=1GB transparent-proxy=yes [enter]
* sesuaikan dengan Hardware Anda!
2. Setelah aktif kemudian lakukan perintah
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy > acc [enter]
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy access> add action=deny comment=”porn situs”
url=”*sex*” [enter]
*untuk yang berbau sex
ato klo tau alamatnya
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy access> add action=deny comment=”porn situs”
url=”www.17tahun.com” [enter]


Memisahkan bandwith lokal dan internasional menggunakan Mikrotik


Penjelasan :
1. Mikrotik router dengan 2 network interface card (NIC) ether1 dan ether3, dimana
ether1 adalah ethernet yang terhubung langsugn ke ISP dan ether3 adalah
ethernet yang terhubung langsung dengan jaringan 192.168.2.0/24
2. Bandwith dari ISP misalnya 256 Kbps internasional dan 1024 Kbps lokal IIX.
3. Kompuer 192.168.2.4 akan diberi alokasi bandwith 128 Kbps internasional dan
256 Kbps lokal IIX.
Pengaturan IP address list
Mulai Mikrotik RouterOs versi 2.9, dikenal dengan vitur yang disebut IP address list.
Fitur ini adalah pengelompokan IP address tertentu dan setiap IP address tersebut bisa
kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall
filter, NAT, maupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP address yang diavertise di OpenIXP dan
IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL :
http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar
pukul 05.30, dan meruapakan data yang telah dioptimasi untuk menghilangkan duplikat
entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah pada baris pada script tersebut
berkisar 430 baris.
Contoh
# Script created by: Valens Riyadi @ www.mikrotik.co.id
# Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB ... 431 lines
/ip firewall address-list
add list=nice address="1.2.3.4"
rem [find list=nice]
add list=nice address="125.162.0.0/16"
add list=nice address="125.163.0.0/16"
add list=nice address="152.118.0.0/16"
add list=nice address="125.160.0.0/16"
add list=nice address="125.161.0.0/16"
add list=nice address="125.164.0.0/16"
..
dst...
Simpanlah file tersebut ke komputer anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke
router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses
upload MS DOS-Promt.
C:\>dir nice.*ftp 192.168.0.1admin********asciiput nice.rscbye
Volume in drive C has no label.
Volume Serial Number is 5418-6EEF
Directory of C:\
04/26/2007 06:42p 17,523 nice.rsc
1 File(s) 17,523 bytes
0 Dir(s) 47,038,779,392 bytes free
C:\>
Connected to 192.168.0.1.
220 R&D FTP server (MikroTik 2.9.39) ready
User (192.168.0.1:(none)):
331 Password required for admin
Password:
230 User admin logged in
ftp>
200 Type set to A
ftp>
200 PORT command successful
150 Opening ASCII mode data connection for '/nice.rsc'
226 ASCII transfer complete
ftp: 17523 bytes sent in 0.00Seconds 17523000.00Kbytes/sec.
ftp>
221 Closing
C:\>
Setelah file di upload, import-lah file tersebut.
[admin@MikroTik] > import nice.rsc
Opening script file nice.rsc
Script file loaded and executed successfully
Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek
Address-List pada menu IP – Firewall.
Pengaturan Mangle
Berikut adalah perintah untuk melakukan konfigurasi mangle yang bisa dilakukan lewat
tampilan text pada MikrotikOs atau terminal pada Winbox.
/ip firewall mangle
add chain=forward src-address-list=nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia source
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia destination
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=!nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas source
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=!nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas destination
connection traffic” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-indonesia action=mark-packet newpacket-
mark=indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia traffic”
disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-overseas action=mark-packet newpacket-
mark=overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas traffic”
disabled=no
Membuat simple queue
Langkah selanjutnya adalah mengatur bandwith melalui simple queue, untuk mengatur
bandwith internasional 128 Kbps dan bandwith lokal IIX 256 Kbps pada komputer
dengan IP 192.168.2.4 dapat dilakukan dengan perintah sebagai berikut.
queue simple
add name=kom1-indonesia target-address=192.168.2.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none packet-marks=indonesia direction=both priority=8
queue=default/default limit-at=0/0 max-limit=256000/256000 total-queue=default
disabled=no
add name=kom1-overeas target-address=192.168.2.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none packet-marks=overseas direction=both priority=8
queue=default/default limit-at=0/0 max-limit=128000/128000 total-queue=default
disabled=no]
Script di atas berarti hanya komputer dengan IP 192.168.2.4 saja yang dibatasi
bandwithnya 128 Kbps internasional (overseas) dan 256 Kbps lokal IIX (Indonesia),
sedangkan yang lainnya tidak dibatasi.
Pengecekan akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal
maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle
maupun pada simple queue.
Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada
setiap client dapat tersebar secara merata.
Selamat mencoba, semoga membantu yach…???


Distributed Denial of Service(DDOS) Attacks

1 Apakah itu DDOS ?
2 Definisi Denial of Service Attacks
3 Distributed Denial of Service (DDOS) Attacks.
4 Mengapa Serangan DDOS menjadi sangat populer ?
5 Efek dari serangan DDOS
6 Teknikal overview dari aplikasi DDOS

1.


Apakah itu DDOS ?

Sampai dengan sekarang ini pengertian tetang DDOS adalah seperti yang anda dengarkan beberapa waktu yang lalu mengenai serangan terhadap web site Yahoo! MSN, CNN, Buy.com, eBay dan Amazon.com. Informasi terkini yang didapat kan adalah bahwa serangan hacker itu berasal dari West Coast, United States (Oregon dan California). Dari laporan FBI menuliskan bahwa serangan ini melibatkan beberapa network dari universitas yang ada di daerah tersebut yaitu Stanford, state California dan Santa. Barbara. Pada whitepaper ini akan dibahas sekilas mengenai cara serangan para hacker tersebut ke beberapa web site yang disebutkan di atas.

1. Definisi Denial of Service Attacks

Serangan Denial of Service(DOS) ini terjadi apabila penyerang atau yang sering terdengar dengan istilah hacker ini merusak host atau sevice yang ada sehingga host atau service itu tidak dapat lagi berkomunikasi secara lancar di dalam network neighborhood nya.

Serangan seperti ini juga dapat menghancurkan seluruh host dengan mengakibatkan “kernel panic” pada Linux dan keluarga UNIX lainnya atau lebih umumnya the “blue screen on death” nya Windows NT dan 98.

Serangan DOS ini dapat ditujukan dengan lebih spesifik terhadap services yang ada, contohnya seperti host Web Server dan fungsi dari Network Interface Card (NIC).

Bahkan yang lebih menyenangkan lagi si penyerang menargetkan serangan khusus pada network environment seperti network bandwith dengan menciptakan network request imitasi sehingga terjadi network bussy atau istilah yang lebih familiarnya bottleneck (yang pasti bandwith networknya menjadi full of waste ). Seperti anda ketahui bahwa bandwith adalah bagian yang sangat esensial dari koneksi internet (saluran ke internet). Dengan memenuhi saluran tersebut dengan infomasi sampah(network request imitasi) si penyerang dapat dengan bebas menguasai network bandwith yang masih available. Serangan DOS terakhir yang terjadi adalah pada tgl 7 January 2000.

Serangan DOS ini telah ada pada tahun 1988 yaitu Robert Moris Internet Worm, Melissa virus yang terkenal pada tahun dan masih banyak lagi kejadian DOS pada network dan perusahaan yang tidak diketahui.

Meskipun hal-hal ini disebabkan oleh worm, virusdan beberapa macam dari program yang ada, semua ini terjadi dengan cara yang sama yaitu : satu host menyampaikan informasi atau berkomunikasi dengan host lainnya dan kemudian secara efektif menghancurkan korban dengan mengirim segudang informasi yang tidak dapat di tanggani oleh korban itu sendiri.

1. Serangan Distributed Denial of Service (DDOS).

Perlu digariskan disini bahwa DOS dan DDOS adalah beda. DOS adalah serangan hanya dengan satu node sedangkan DDOS yaitu dengan beberapa node.

Pada tahun 1998 kemajuan dari DOS yang tradisional terlihat dari 3 konsep baru serangan yaitu :

1.
1. Serangan dengan melalui beberapa host.
2. Serangan dengan koordinasi diantara banyak individu yang ada (member dari pemakai network=internet)
3. Serangan dengan menggunakan distribusi system dimana hal ini untuk mencoba membuat bingung jalan menuju ke titik pusat serangan(lihat gambar).
4.

Si penyerang (titik pusat) menyerang host yang ada. Host tersebut tidak berkomunikasi secara langsung dengan korban. Host tersebut adalah administrator yang mengontrol dalam network mereka sendiri yang terdiri dari “Master” dan “Daemon”.

Si penyerang dapat mengontrol/menguasai satu atau bahkan lebih node master tersebut. Master node secara umum akan mengontrol beberapa bahkan lusinan node daemon, yang kemudian akan di alamatkan ke targer/korban.Maka serangan yang dihasilkan akan berupa “packet storm” yang dapat menghancurkan host atau bandwith dari network tersebut.

Keuntungan dan perspektif sebagai hacker dengan menggunakan serangan DDOS yang dapat dilihat disini adalah :

1.
* Si Penyerang dapat menggunakan ratusan system untuk menghancurkan korban.

Serangan tersebut menghasilkan kiriman “packet” yang sangat besar dan dengan cepat dapat menghancurkan korban(target host).

Jika network atau host dapat diatur/dimanage dengan sukses dengan serangan ini, maka dapat anda bayangkan betapa besar koneksi yang digunakan oleh sebuah network dapat dihancurkan dengan serangan DDOS ini. Jadi semakin besar suatu jaringan maka akan semakin besar pula serangan yang ada(menyenangkan bukan ?).

Contoh kasus dapat anda lihat yaitu Yahoo! Dan eBay, perusahaan seperti ini menggunakan kompleks server yang disebut sebagai “cluster servers” dimana mereka bertujuan dengan memberikan service yang OK kepada pelanggan(bandwith yang OK dalam hal ini).

Jadi dapat dilihat disini bahwa system yang “robust”(seperti banyak tertulis dalam produk Microsoft) dan system yang “well-managed” pun dapat dengan mudah dihancurkan dengan system serangan seperti ini. (tertarik anda untuk mencoba ?)

1.
* Tidak hanya programming kita dapat menggunakan multi tier desain tapi dalam hacking pun ada desainnya. Dalam struktur multi tier ini korban akan sangat sulit melacak titik pusat dari serangan tersebut.

Sejauh ini sangat penting untuk dimegerti bahwa sebagian besar dari operator dari host dimana master dan daemon itu berada merupakan bagian pendukung dari DOS ini. Hal ini terjadi karena hacker telah berhubungan dengan master dan daemon node dimana mereka telah menginstall software DOS ini tanpa sepengetahuan pemilik host/administrator/operatornya. Seandainya si korban dapat melacak daemon host sekalipun, pemilik/operator dari host tsb tidak dapat memberikan informasi yang cukup untuk meneruskan upaya ini.

1. Mengapa Serangan DDOS menjadi sangat populer ?

Beberapa jawabannya dapat anda lihat dibawah ini :

1.
* Banyak Operating System dan aplikasi yang memberikan kemudahan dalam instalasi sehingga memberikan beberapa keuntungan seperti menghemat waktu mempelajarinya dan bahkan tidak perlu seorang ahli IT dalam mengoperasikannya. Maka akan sangat sulit bagi mereka untuk memberikan sekuriti kepada system yang mereka install secara otomatis tsb. Bukankah lebih mudah menginstall suatu program atau aplikasi dengan menggunakan default setting yang sudah ada. Contohnya dapat anda lihat pada system BII dan Bank Bali(segera di publish) di site Jasakom ini.
* Banyak dari network environment bernasis pada single operating system. Contohnya jika menggunakan NT semuanya atau Linux di seluruh network environment. Router Cisco, dimana secara merata cara setting nya adalah sama di semua tempat.
* Arsitektur internet yang alami secara mendasar memang sangat tidak secure dan memerlukan lingkungan kerja yang complex, mahal dan banyak menghabiskan waktu.
* Software yang semakin komplex. Kompleks dalam hal ini adalah mengenai source code sehingga hole-hole yang ada dapat di exploit oleh hacker. Contohnya saja seperti Microsoft yang banyak service packnya itu.
* Software yang ada semakin powerful. Dimana software-software yang ada dapat diakses tanpa harus dengan pengetahuan yang terlalu luas.
* Kemajuan internet telah membawa banyak user yang tidak berpengalaman ikut serta dalam lingkungan networking sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk “misconfigured” system daripada memberikan keuntungan bagi system tsb.
* Serangan tsb sulit dilacak. Karena perlu waktu yang berhari-hari bahkan bulanan sehingga si penyerang sudah relatif lepas hari kesalahan yang ada.

5. Efek dari serangan DDOS

Secara umum end user atau korban serangan DDOS ini hanya sadar bahwa serangan seperti in hanya merupakan gangguan yang memerlukan restart system. Tetapi bagaimanapun juga hal seperti ini akan menggangu bisnis yang sedang dijalankan apalagi bisnis yang sangat tergantung kepada system di internet.
Serangan DDOS ini juga dapat merupakan pengalihan point of view dari si hacker untuk mendapatkan informasi penting yang ada. Pada dasarnya serangan DOS ini merupakan rangkaian rencana kerja yang sudah disusun oleh hacker dalam mencapai tujuannya yang telah ditargetkan. Jadi hacker tsb tidak hanya iseng mengadakan serangan DOS ini.
Contohnya adalah jika hacker tsb ingin menyerang Host B maka ia harus menggunakan computer A sebagai alat utk membingungkan korban dalam tracking si penyerang. Dan host A harus mempunyai trust relationship ke host B.

Tehnikal overview dari aplikasi DDOS

Berikut ini akan dibahas secara tehnikal software yang digunakan untuk melancarkan serangan DDOS ini. Mungkin pembahasan ini dapat digunakan sebagai bahan dalam memproteksi diri.

Disini kami hanya membahas 4 macam software dari yang sangat banyak di underground (sama seperti di film Matrix) maaf jika anda berpikir saya terlalu berfantasi (I am TheDreamer)

§ The Tribal Flood Network (TFN)

TFN ini diciptakan oleh hacker yang cukup terkenal pada kalangan underground yang bernama Mixter. Aplikasi ini memungkinkan penyerang membuat flood connection dengan menggunakan protocol yang ada pada TCP/IP :

o UDP : difokuskan pada domain name system dan network management program.

o TCP : pusat e-mail dan web transaksi

o ICMP : digunakan oleh para professional untuk troubleshooting network

Nama program masternya adalah : tribe.c dan program daemon bernama td.c

§ Trin00

Software ini menggunakan UDP untuk mengirimkan flood packets network dengan menggunakan UDP. Port yang digunakan adalah :

Attack to Master : TCP Port 27665

Master to Daemon : UDP Port 27444

Daemon to Master(s) : UDP Port 31335

Program master : master.c

Program Daemon : ns.c

Sebagai saran, program ini tidak bagus untuk digunakan karena master dan daemon berhubungan dengan clear text.

§ Stacheldraht

Program ini cukup ok dan masih baru lho. Nama program ini dalam bahasa Jerman yang berarti “Barb Wire” kenal kan dengan film Barb Wire si Pamela Anderson (Big Tit women). Sama sepeti TFN software ini menggunakan UDP, TCP, ICMP dalam menciptakan rootshell pada port port yang ada. Menggunakan komunikasi encrypt antar master dan daemon. Memiliki kemampuan mengupdate daemonnya sendiri secara otomatis. Maka dari itu program ini paling effisien dan cukup bahaya tapi keren banget.

Port TCP : 16660 dan 60001

Master program bernama : mserv.c

Daemon program bernama : td.c

Program ini memiliki client yang juga sebagai telnet : client.c

Komunikasi antara master dan agent menggunakan ICMP dan TCP sedangkan TFN hanya menggunakan ICMP.

§ TFN2K

Di realease pada tgl 21 Desember 1999. Seperti halnya Stacheldraht program ini meng encrypt tranmision. Berjalan pada platform Windows NT. Tetapi program ini lebih mudah di trace pada daemonnya.

Software DDOS lainnya yang dapat saya sebutkan disini adalah paket seperti bliznet, dscan dan saltine cracker. Dscan adalah software yang dapat scanning distribusi operating system dan cukup sulit untuk di lacak dalam penggunaannya. Sedangkan yang lebih keren lagi adalah saltine cracker suite yang dapat menembus password untuk site-site yang perlu authentication.

Dari ke-4 software di atas yang disebutkan kecuali Stacheldraht setiap software di atas memiliki aplikasi master dan daemon seperti yang telah dibahas sebelumnya diatas.

Sedangkan Stacheldraht memiliki client yang hampir sama dengan telnet. Dimana hacker dapat mengontrol ratusan PC hanya dengan component dari software tsb. Cara kerja dari component ini adalah seperti membuat cabang ke client software(cthnya seperti Windows 98 yang sudah memiliki Telnet client sendiri), jadi hacker dapat mengontrol master dan client.

Hal-hal dan sifat-sifat yang menarik dari kesamaan ke –4 software di atas adalah sbb :
Mudah di instalasi dan di gunakan.(Buruan deh dicoba)
Tidak mudah dilacak jika digunakan, seperti pesawat hantu USA “Stealth” yang tidak dapat di deteksi oleh radar.
Selain dari TFN2K, software lainnya tsb bekerja pada system UNIX. Aslinya software tsb di compiled untuk system Solaris tetapi sekarang telah ada yang dibuat untuk platform lainnya seperti Linux dan Windows NT.
Master dan Daemon selalu diproteksi dengan password.
Pada Master component list dapat di daftarkan dengan mudah daemon yang ingin ditambahkan ke dalamnya.
Setiap DDOS aplikasi memiliki sign tersendiri, sehingga akan adanya kemungkinan untuk mendefinisikan master atau daemon yang telah diinstall di komputer anda.

Bagaimana menginstalasi program DDOS

Untuk menginstalasi program DDOS ini, master atau daemon node harus dikomunikasikan terlebih dahulu sehingga mendapatkan trust security. Untuk mendapatkan trust security adalah dengan cara yang sangat mudah. Gunakan scan tool dari range IP di internet kemudian setelah mendapatkan host-host tsb, baru diinstall client software pada host-host yang masih full of hole security. Satu hal yang cukup menarik adalah software client tsb dapat di uninstall dengan cara di set terlebih dahulu, di uninstall setelah berapa kali serangan.

Hal ini dikarenakan dapat ditrace dengan mudah host yang menyerangnya.
Deteksi terhadap keberadaan installasi DDOS software
Dalam hal ini belum ditemukan tools yang paling OK dalam mendeteksi program DDOS ini.
Hal ini karena program DDOS masih menggunanakan system client-server yang masih tradisional. Program tsb menggunakan port tertentu pada saat aktif sehingga untuk dapat mencegah hal ini maka anda hanya dapat mencari port yang open untuk di closed dengan menggunakan perintah netstat.

Anda juga dapat menggunakan perintah find / -name client, tetapi tentu saja anda sudah tahu program client yang diinstall pada komputer anda.

Banyak dari program DDOS lebih banyak menggunakan fasilitas crontab UNIX yang secara automatic menjalankan aplikasi. Dalam hal seperti ini maka perlu check crontab apakah ada file yang termasuk dalam file-file yang perlu dicurigai sebagai client dari program DDOS ini.

Program yang dapat dipakai untuk mendeteksi program DDOS ini adalah
RID yang ditulis oleh si hacker Mixter (pembuat TFN dan TFN2K), anda dapat mencarinya di internet dengan mudah.
Sickenscan yang dapat mendeteksi password default dari program Stacheldraht.
Trin00killer adalah untuk me-remove program trin00 master dan daemonnya.


cara membobol password email orang lain dan menghidarinya


powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme