Tampilkan postingan dengan label Tutorial Mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial Mikrotik. Tampilkan semua postingan

DOM (Document Object Model)


Document Object Model (DOM) adalah object model standar untuk HTML dan XML yang bersifat platform independent. Sebuah web browser tidak harus menggunakan DOM untuk menampilkan dokumen HTML. Namun DOM diperlukan oleh JavaScript yang akan mengubah tampilan sebuah website secara dinamis. Dengan kata lain, DOM adalah cara JavaScript melihat suatu halaman HTML.
W3C mulai mengembangkan DOM pada awal 1990-an. Pada bulan Oktober 1998, DOM 1 diluncurkan. Spesifikasi DOM W3C terbagi menjadi beberapa tingkat. Sebuah halaman yang mendukung suatu level harus menerapkan semua persyaratan level tersebut dan di bawahnya.
Sebelum ada standar DOM dari W3C, masing-masing web browser memiliki DOM sendiri. Akibatnya, bila suatu website ingin ditampilkan secara cross-browser compatible, ia harus dirancang untuk setiap web browser yang akan didukung. DOM standar mempermudah pengembangan aplikasi web.


Blocking Virus di Firewall Mikrotik


1;;; BLOCK SPAMMERS OR INFECTED USERS
/ ip firewall filter
chain=forward protocol=tcp dst-port=25 src-address-list=spammer
action=drop
2;;; Detect and add-list SMTP virus or spammers
chain=forward protocol=tcp dst-port=25 connection-limit=30,32 limit=50,5 src-addresslist=!
spammer action=add-src-to-address-list
address-list=spammer address-list-timeout=1d
/ip firewall nat chain=srcnat out-interface=”your interface which provides internet” srcaddress=”
network 1? action=masquerade
you need to add chains for each subnet you have ,for the head office subnet you need
to add this
/ip firewall nat chain=srcnat out-interface=”your interface which provides internet”
action=masquerade
/ ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address=202.168.47.17 protocol=udp dst-port=5060-5080 \
action=mark-connection new-connection-mark=voip-con passthrough=yes \
comment=”” disabled=no
add chain=prerouting dst-address=202.168.47.17 protocol=udp \
dst-port=19000-20000 action=mark-connection new-connection-mark=voip-con \
passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=voip-con action=mark-packet \
new-packet-mark=voip passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting protocol=tcp dst-port=22-23 action=mark-connection \
new-connection-mark=sshtelnet-con passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=sshtelnet-con action=mark-packet \
new-packet-mark=sshtelnet passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting p2p=all-p2p action=mark-connection \
new-connection-mark=p2p-con passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=p2p-con action=mark-packet \
new-packet-mark=p2p passthrough=no comment=”” disabled=no
add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=everything-con \
passthrough=yes comment=”” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=everything-con action=mark-packet \
new-packet-mark=everything passthrough=yes comment=”” disabled=no

Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY

Pada penggunaan queue (bandwidth limiter), penentuan CHAIN pada MENGLE sangat
menentukan jalannya sebuah rule. Jika kita memasang SRC-NAT dan WEB-PROXY
pada mesin yang sama, sering kali agak sulit untuk membuat rule QUEUE yang
sempurna. Penjelasan detail mengenai pemilihan CHAIN, dapat dilihat pada manual
Mikrotik di sini.
Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi
2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang
dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.
[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R public ether 0 0 1500
1 R lan wlan 0 0 1500
Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah
subnet gateway untuk mesin ini.
[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.217/24 192.168.0.0 192.168.0.255 public
1 172.21.1.1/24 172.21.1.0 172.21.1.255 lan
Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.
[admin@instaler] > ip web-proxy pr
enabled: yes
src-address: 0.0.0.0
port: 3128
hostname: “proxy”
transparent-proxy: yes
parent-proxy: 0.0.0.0:0
cache-administrator: “webmaster”
max-object-size: 4096KiB
cache-drive: system
max-cache-size: none
max-ram-cache-size: unlimited
status: running
reserved-for-cache: 0KiB
reserved-for-ram-cache: 154624KiB
Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk
membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY
[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=public
src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade
1 chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24
protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128
Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita
akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang
pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang
pada contoh ini kita sebut test-down.
Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa
langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter
SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket
data untuk upstream ini kita namai test-up.
Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena
kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada
contoh ini, kita namai test-conn.
Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data
downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita
menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.
Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan
chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di
luar router.
Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.
Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.
[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 ;;; UP TRAFFIC
chain=prerouting in-interface=lan
src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-up passthrough=no
1 ;;; CONN-MARK
chain=forward src-address=172.21.1.0/24
action=mark-connection
new-connection-mark=test-conn passthrough=yes
2 ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
chain=forward in-interface=public
connection-mark=test-conn action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
3 ;;; DOWN-VIA PROXY
chain=output out-interface=lan
dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
new-packet-mark=test-down passthrough=no
Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue
tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting
di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan,
sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita
menggunakan parent global-in.
[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid
0 name=”downstream” parent=lan packet-mark=test-down
limit-at=32000 queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
1 name=”upstream” parent=global-in
packet-mark=test-up limit-at=32000
queue=default priority=8
max-limit=32000 burst-limit=0
burst-threshold=0 burst-time=0s
Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan
tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.


Memanipulasi ToS ICMP & DNS di MikroTik

Tujuan :
o Memperkecil delay ping dari sisi klien ke arah Internet.
o Mempercepat resolving hostname ke ip address.
Asumsi : Klien-klien berada pada subnet 10.10.10.0/28
1. Memanipulasi Type of Service untuk ICMP Packet :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=icmp
action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=markpacket
new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos
new-tos=min-delay
2. Memanipulasi Type of Service untuk DNS Resolving :
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=tcp dstport=
53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.10.10.0/28 protocol=udp dstport=
53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=markpacket
new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
> ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos
new-tos=min-delay
3. Menambahkan Queue Type :
> queue type add name=”PFIFO-64″ kind=pfifo pfifo-limit=64
4. Mengalokasikan Bandwidth untuk ICMP Packet :
> queue tree add name=ICMP parent=INTERNET packet-mark=ICMP-PM priority=1
limit-at=8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
5. Mengalokasikan Bandwidth untuk DNS Resolving :
> queue tree add name=DNS parent=INTERNET packet-mark=DNS-PM priority=1 limitat=
8000 max-limit=16000 queue=PFIFO-64
6. Selamat Mencoba n Good Luck!!!


Memblokir Situs dengan MikrotikRouterOS

Untuk memblokir suatu situs dengan MikrotikRouterOS maka langkahnya adalah:
1. Aktifkan webproxynya
[gungun@smanelaeuy] > ip web-proxy [enter]
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy> set enabled=yes max-ram-cache-size=none
max-cache-size=1GB transparent-proxy=yes [enter]
* sesuaikan dengan Hardware Anda!
2. Setelah aktif kemudian lakukan perintah
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy > acc [enter]
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy access> add action=deny comment=”porn situs”
url=”*sex*” [enter]
*untuk yang berbau sex
ato klo tau alamatnya
[gungun@smanelaeuy] ip web-proxy access> add action=deny comment=”porn situs”
url=”www.17tahun.com” [enter]


Memisahkan bandwith lokal dan internasional menggunakan Mikrotik


Penjelasan :
1. Mikrotik router dengan 2 network interface card (NIC) ether1 dan ether3, dimana
ether1 adalah ethernet yang terhubung langsugn ke ISP dan ether3 adalah
ethernet yang terhubung langsung dengan jaringan 192.168.2.0/24
2. Bandwith dari ISP misalnya 256 Kbps internasional dan 1024 Kbps lokal IIX.
3. Kompuer 192.168.2.4 akan diberi alokasi bandwith 128 Kbps internasional dan
256 Kbps lokal IIX.
Pengaturan IP address list
Mulai Mikrotik RouterOs versi 2.9, dikenal dengan vitur yang disebut IP address list.
Fitur ini adalah pengelompokan IP address tertentu dan setiap IP address tersebut bisa
kita namai. Kelompok ini bisa digunakan sebagai parameter dalam mangle, firewall
filter, NAT, maupun queue.
Mikrotik Indonesia telah menyediakan daftar IP address yang diavertise di OpenIXP dan
IIX, yang bisa didownload dengan bebas di URL :
http://www.mikrotik.co.id/getfile.php?nf=nice.rsc
File nice.rsc ini dibuat secara otomatis di server Mikrotik Indonesia setiap pagi sekitar
pukul 05.30, dan meruapakan data yang telah dioptimasi untuk menghilangkan duplikat
entry dan tumpang tindih subnet. Saat ini jumlah pada baris pada script tersebut
berkisar 430 baris.
Contoh
# Script created by: Valens Riyadi @ www.mikrotik.co.id
# Generated at 26 April 2007 05:30:02 WIB ... 431 lines
/ip firewall address-list
add list=nice address="1.2.3.4"
rem [find list=nice]
add list=nice address="125.162.0.0/16"
add list=nice address="125.163.0.0/16"
add list=nice address="152.118.0.0/16"
add list=nice address="125.160.0.0/16"
add list=nice address="125.161.0.0/16"
add list=nice address="125.164.0.0/16"
..
dst...
Simpanlah file tersebut ke komputer anda dengan nama nice.rsc, lalu lakukan FTP ke
router Mikrotik, dan uploadlah file tersebut di router. Contoh di bawah ini adalah proses
upload MS DOS-Promt.
C:\>dir nice.*ftp 192.168.0.1admin********asciiput nice.rscbye
Volume in drive C has no label.
Volume Serial Number is 5418-6EEF
Directory of C:\
04/26/2007 06:42p 17,523 nice.rsc
1 File(s) 17,523 bytes
0 Dir(s) 47,038,779,392 bytes free
C:\>
Connected to 192.168.0.1.
220 R&D FTP server (MikroTik 2.9.39) ready
User (192.168.0.1:(none)):
331 Password required for admin
Password:
230 User admin logged in
ftp>
200 Type set to A
ftp>
200 PORT command successful
150 Opening ASCII mode data connection for '/nice.rsc'
226 ASCII transfer complete
ftp: 17523 bytes sent in 0.00Seconds 17523000.00Kbytes/sec.
ftp>
221 Closing
C:\>
Setelah file di upload, import-lah file tersebut.
[admin@MikroTik] > import nice.rsc
Opening script file nice.rsc
Script file loaded and executed successfully
Pastikan bahwa proses import telah berlangsung dengan sukses, dengan mengecek
Address-List pada menu IP – Firewall.
Pengaturan Mangle
Berikut adalah perintah untuk melakukan konfigurasi mangle yang bisa dilakukan lewat
tampilan text pada MikrotikOs atau terminal pada Winbox.
/ip firewall mangle
add chain=forward src-address-list=nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia source
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia destination
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=!nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas source
connection traffic” disabled=no
add chain=forward src-address-list=!nice action=mark-connection new-connectionmark=
mark-con-overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas destination
connection traffic” disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-indonesia action=mark-packet newpacket-
mark=indonesia passtrough=yes comment=”mark all indonesia traffic”
disabled=no
add chain=prerouting connection-mark=mark-con-overseas action=mark-packet newpacket-
mark=overseas passtrough=yes comment=”mark all overseas traffic”
disabled=no
Membuat simple queue
Langkah selanjutnya adalah mengatur bandwith melalui simple queue, untuk mengatur
bandwith internasional 128 Kbps dan bandwith lokal IIX 256 Kbps pada komputer
dengan IP 192.168.2.4 dapat dilakukan dengan perintah sebagai berikut.
queue simple
add name=kom1-indonesia target-address=192.168.2.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none packet-marks=indonesia direction=both priority=8
queue=default/default limit-at=0/0 max-limit=256000/256000 total-queue=default
disabled=no
add name=kom1-overeas target-address=192.168.2.4/32 dst-address=0.0.0.0/0
interface=all parent=none packet-marks=overseas direction=both priority=8
queue=default/default limit-at=0/0 max-limit=128000/128000 total-queue=default
disabled=no]
Script di atas berarti hanya komputer dengan IP 192.168.2.4 saja yang dibatasi
bandwithnya 128 Kbps internasional (overseas) dan 256 Kbps lokal IIX (Indonesia),
sedangkan yang lainnya tidak dibatasi.
Pengecekan akhir
Setelah selesai, lakukanlah pengecekan dengan melakukan akses ke situs lokal
maupun ke situs internasional, dan perhatikanlah counter baik pada firewall mangle
maupun pada simple queue.
Anda juga dapat mengembangkan queue type menggunakan pcq sehingga trafik pada
setiap client dapat tersebar secara merata.
Selamat mencoba, semoga membantu yach…???


Distributed Denial of Service(DDOS) Attacks

1 Apakah itu DDOS ?
2 Definisi Denial of Service Attacks
3 Distributed Denial of Service (DDOS) Attacks.
4 Mengapa Serangan DDOS menjadi sangat populer ?
5 Efek dari serangan DDOS
6 Teknikal overview dari aplikasi DDOS

1.


Apakah itu DDOS ?

Sampai dengan sekarang ini pengertian tetang DDOS adalah seperti yang anda dengarkan beberapa waktu yang lalu mengenai serangan terhadap web site Yahoo! MSN, CNN, Buy.com, eBay dan Amazon.com. Informasi terkini yang didapat kan adalah bahwa serangan hacker itu berasal dari West Coast, United States (Oregon dan California). Dari laporan FBI menuliskan bahwa serangan ini melibatkan beberapa network dari universitas yang ada di daerah tersebut yaitu Stanford, state California dan Santa. Barbara. Pada whitepaper ini akan dibahas sekilas mengenai cara serangan para hacker tersebut ke beberapa web site yang disebutkan di atas.

1. Definisi Denial of Service Attacks

Serangan Denial of Service(DOS) ini terjadi apabila penyerang atau yang sering terdengar dengan istilah hacker ini merusak host atau sevice yang ada sehingga host atau service itu tidak dapat lagi berkomunikasi secara lancar di dalam network neighborhood nya.

Serangan seperti ini juga dapat menghancurkan seluruh host dengan mengakibatkan “kernel panic” pada Linux dan keluarga UNIX lainnya atau lebih umumnya the “blue screen on death” nya Windows NT dan 98.

Serangan DOS ini dapat ditujukan dengan lebih spesifik terhadap services yang ada, contohnya seperti host Web Server dan fungsi dari Network Interface Card (NIC).

Bahkan yang lebih menyenangkan lagi si penyerang menargetkan serangan khusus pada network environment seperti network bandwith dengan menciptakan network request imitasi sehingga terjadi network bussy atau istilah yang lebih familiarnya bottleneck (yang pasti bandwith networknya menjadi full of waste ). Seperti anda ketahui bahwa bandwith adalah bagian yang sangat esensial dari koneksi internet (saluran ke internet). Dengan memenuhi saluran tersebut dengan infomasi sampah(network request imitasi) si penyerang dapat dengan bebas menguasai network bandwith yang masih available. Serangan DOS terakhir yang terjadi adalah pada tgl 7 January 2000.

Serangan DOS ini telah ada pada tahun 1988 yaitu Robert Moris Internet Worm, Melissa virus yang terkenal pada tahun dan masih banyak lagi kejadian DOS pada network dan perusahaan yang tidak diketahui.

Meskipun hal-hal ini disebabkan oleh worm, virusdan beberapa macam dari program yang ada, semua ini terjadi dengan cara yang sama yaitu : satu host menyampaikan informasi atau berkomunikasi dengan host lainnya dan kemudian secara efektif menghancurkan korban dengan mengirim segudang informasi yang tidak dapat di tanggani oleh korban itu sendiri.

1. Serangan Distributed Denial of Service (DDOS).

Perlu digariskan disini bahwa DOS dan DDOS adalah beda. DOS adalah serangan hanya dengan satu node sedangkan DDOS yaitu dengan beberapa node.

Pada tahun 1998 kemajuan dari DOS yang tradisional terlihat dari 3 konsep baru serangan yaitu :

1.
1. Serangan dengan melalui beberapa host.
2. Serangan dengan koordinasi diantara banyak individu yang ada (member dari pemakai network=internet)
3. Serangan dengan menggunakan distribusi system dimana hal ini untuk mencoba membuat bingung jalan menuju ke titik pusat serangan(lihat gambar).
4.

Si penyerang (titik pusat) menyerang host yang ada. Host tersebut tidak berkomunikasi secara langsung dengan korban. Host tersebut adalah administrator yang mengontrol dalam network mereka sendiri yang terdiri dari “Master” dan “Daemon”.

Si penyerang dapat mengontrol/menguasai satu atau bahkan lebih node master tersebut. Master node secara umum akan mengontrol beberapa bahkan lusinan node daemon, yang kemudian akan di alamatkan ke targer/korban.Maka serangan yang dihasilkan akan berupa “packet storm” yang dapat menghancurkan host atau bandwith dari network tersebut.

Keuntungan dan perspektif sebagai hacker dengan menggunakan serangan DDOS yang dapat dilihat disini adalah :

1.
* Si Penyerang dapat menggunakan ratusan system untuk menghancurkan korban.

Serangan tersebut menghasilkan kiriman “packet” yang sangat besar dan dengan cepat dapat menghancurkan korban(target host).

Jika network atau host dapat diatur/dimanage dengan sukses dengan serangan ini, maka dapat anda bayangkan betapa besar koneksi yang digunakan oleh sebuah network dapat dihancurkan dengan serangan DDOS ini. Jadi semakin besar suatu jaringan maka akan semakin besar pula serangan yang ada(menyenangkan bukan ?).

Contoh kasus dapat anda lihat yaitu Yahoo! Dan eBay, perusahaan seperti ini menggunakan kompleks server yang disebut sebagai “cluster servers” dimana mereka bertujuan dengan memberikan service yang OK kepada pelanggan(bandwith yang OK dalam hal ini).

Jadi dapat dilihat disini bahwa system yang “robust”(seperti banyak tertulis dalam produk Microsoft) dan system yang “well-managed” pun dapat dengan mudah dihancurkan dengan system serangan seperti ini. (tertarik anda untuk mencoba ?)

1.
* Tidak hanya programming kita dapat menggunakan multi tier desain tapi dalam hacking pun ada desainnya. Dalam struktur multi tier ini korban akan sangat sulit melacak titik pusat dari serangan tersebut.

Sejauh ini sangat penting untuk dimegerti bahwa sebagian besar dari operator dari host dimana master dan daemon itu berada merupakan bagian pendukung dari DOS ini. Hal ini terjadi karena hacker telah berhubungan dengan master dan daemon node dimana mereka telah menginstall software DOS ini tanpa sepengetahuan pemilik host/administrator/operatornya. Seandainya si korban dapat melacak daemon host sekalipun, pemilik/operator dari host tsb tidak dapat memberikan informasi yang cukup untuk meneruskan upaya ini.

1. Mengapa Serangan DDOS menjadi sangat populer ?

Beberapa jawabannya dapat anda lihat dibawah ini :

1.
* Banyak Operating System dan aplikasi yang memberikan kemudahan dalam instalasi sehingga memberikan beberapa keuntungan seperti menghemat waktu mempelajarinya dan bahkan tidak perlu seorang ahli IT dalam mengoperasikannya. Maka akan sangat sulit bagi mereka untuk memberikan sekuriti kepada system yang mereka install secara otomatis tsb. Bukankah lebih mudah menginstall suatu program atau aplikasi dengan menggunakan default setting yang sudah ada. Contohnya dapat anda lihat pada system BII dan Bank Bali(segera di publish) di site Jasakom ini.
* Banyak dari network environment bernasis pada single operating system. Contohnya jika menggunakan NT semuanya atau Linux di seluruh network environment. Router Cisco, dimana secara merata cara setting nya adalah sama di semua tempat.
* Arsitektur internet yang alami secara mendasar memang sangat tidak secure dan memerlukan lingkungan kerja yang complex, mahal dan banyak menghabiskan waktu.
* Software yang semakin komplex. Kompleks dalam hal ini adalah mengenai source code sehingga hole-hole yang ada dapat di exploit oleh hacker. Contohnya saja seperti Microsoft yang banyak service packnya itu.
* Software yang ada semakin powerful. Dimana software-software yang ada dapat diakses tanpa harus dengan pengetahuan yang terlalu luas.
* Kemajuan internet telah membawa banyak user yang tidak berpengalaman ikut serta dalam lingkungan networking sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk “misconfigured” system daripada memberikan keuntungan bagi system tsb.
* Serangan tsb sulit dilacak. Karena perlu waktu yang berhari-hari bahkan bulanan sehingga si penyerang sudah relatif lepas hari kesalahan yang ada.

5. Efek dari serangan DDOS

Secara umum end user atau korban serangan DDOS ini hanya sadar bahwa serangan seperti in hanya merupakan gangguan yang memerlukan restart system. Tetapi bagaimanapun juga hal seperti ini akan menggangu bisnis yang sedang dijalankan apalagi bisnis yang sangat tergantung kepada system di internet.
Serangan DDOS ini juga dapat merupakan pengalihan point of view dari si hacker untuk mendapatkan informasi penting yang ada. Pada dasarnya serangan DOS ini merupakan rangkaian rencana kerja yang sudah disusun oleh hacker dalam mencapai tujuannya yang telah ditargetkan. Jadi hacker tsb tidak hanya iseng mengadakan serangan DOS ini.
Contohnya adalah jika hacker tsb ingin menyerang Host B maka ia harus menggunakan computer A sebagai alat utk membingungkan korban dalam tracking si penyerang. Dan host A harus mempunyai trust relationship ke host B.

Tehnikal overview dari aplikasi DDOS

Berikut ini akan dibahas secara tehnikal software yang digunakan untuk melancarkan serangan DDOS ini. Mungkin pembahasan ini dapat digunakan sebagai bahan dalam memproteksi diri.

Disini kami hanya membahas 4 macam software dari yang sangat banyak di underground (sama seperti di film Matrix) maaf jika anda berpikir saya terlalu berfantasi (I am TheDreamer)

§ The Tribal Flood Network (TFN)

TFN ini diciptakan oleh hacker yang cukup terkenal pada kalangan underground yang bernama Mixter. Aplikasi ini memungkinkan penyerang membuat flood connection dengan menggunakan protocol yang ada pada TCP/IP :

o UDP : difokuskan pada domain name system dan network management program.

o TCP : pusat e-mail dan web transaksi

o ICMP : digunakan oleh para professional untuk troubleshooting network

Nama program masternya adalah : tribe.c dan program daemon bernama td.c

§ Trin00

Software ini menggunakan UDP untuk mengirimkan flood packets network dengan menggunakan UDP. Port yang digunakan adalah :

Attack to Master : TCP Port 27665

Master to Daemon : UDP Port 27444

Daemon to Master(s) : UDP Port 31335

Program master : master.c

Program Daemon : ns.c

Sebagai saran, program ini tidak bagus untuk digunakan karena master dan daemon berhubungan dengan clear text.

§ Stacheldraht

Program ini cukup ok dan masih baru lho. Nama program ini dalam bahasa Jerman yang berarti “Barb Wire” kenal kan dengan film Barb Wire si Pamela Anderson (Big Tit women). Sama sepeti TFN software ini menggunakan UDP, TCP, ICMP dalam menciptakan rootshell pada port port yang ada. Menggunakan komunikasi encrypt antar master dan daemon. Memiliki kemampuan mengupdate daemonnya sendiri secara otomatis. Maka dari itu program ini paling effisien dan cukup bahaya tapi keren banget.

Port TCP : 16660 dan 60001

Master program bernama : mserv.c

Daemon program bernama : td.c

Program ini memiliki client yang juga sebagai telnet : client.c

Komunikasi antara master dan agent menggunakan ICMP dan TCP sedangkan TFN hanya menggunakan ICMP.

§ TFN2K

Di realease pada tgl 21 Desember 1999. Seperti halnya Stacheldraht program ini meng encrypt tranmision. Berjalan pada platform Windows NT. Tetapi program ini lebih mudah di trace pada daemonnya.

Software DDOS lainnya yang dapat saya sebutkan disini adalah paket seperti bliznet, dscan dan saltine cracker. Dscan adalah software yang dapat scanning distribusi operating system dan cukup sulit untuk di lacak dalam penggunaannya. Sedangkan yang lebih keren lagi adalah saltine cracker suite yang dapat menembus password untuk site-site yang perlu authentication.

Dari ke-4 software di atas yang disebutkan kecuali Stacheldraht setiap software di atas memiliki aplikasi master dan daemon seperti yang telah dibahas sebelumnya diatas.

Sedangkan Stacheldraht memiliki client yang hampir sama dengan telnet. Dimana hacker dapat mengontrol ratusan PC hanya dengan component dari software tsb. Cara kerja dari component ini adalah seperti membuat cabang ke client software(cthnya seperti Windows 98 yang sudah memiliki Telnet client sendiri), jadi hacker dapat mengontrol master dan client.

Hal-hal dan sifat-sifat yang menarik dari kesamaan ke –4 software di atas adalah sbb :
Mudah di instalasi dan di gunakan.(Buruan deh dicoba)
Tidak mudah dilacak jika digunakan, seperti pesawat hantu USA “Stealth” yang tidak dapat di deteksi oleh radar.
Selain dari TFN2K, software lainnya tsb bekerja pada system UNIX. Aslinya software tsb di compiled untuk system Solaris tetapi sekarang telah ada yang dibuat untuk platform lainnya seperti Linux dan Windows NT.
Master dan Daemon selalu diproteksi dengan password.
Pada Master component list dapat di daftarkan dengan mudah daemon yang ingin ditambahkan ke dalamnya.
Setiap DDOS aplikasi memiliki sign tersendiri, sehingga akan adanya kemungkinan untuk mendefinisikan master atau daemon yang telah diinstall di komputer anda.

Bagaimana menginstalasi program DDOS

Untuk menginstalasi program DDOS ini, master atau daemon node harus dikomunikasikan terlebih dahulu sehingga mendapatkan trust security. Untuk mendapatkan trust security adalah dengan cara yang sangat mudah. Gunakan scan tool dari range IP di internet kemudian setelah mendapatkan host-host tsb, baru diinstall client software pada host-host yang masih full of hole security. Satu hal yang cukup menarik adalah software client tsb dapat di uninstall dengan cara di set terlebih dahulu, di uninstall setelah berapa kali serangan.

Hal ini dikarenakan dapat ditrace dengan mudah host yang menyerangnya.
Deteksi terhadap keberadaan installasi DDOS software
Dalam hal ini belum ditemukan tools yang paling OK dalam mendeteksi program DDOS ini.
Hal ini karena program DDOS masih menggunanakan system client-server yang masih tradisional. Program tsb menggunakan port tertentu pada saat aktif sehingga untuk dapat mencegah hal ini maka anda hanya dapat mencari port yang open untuk di closed dengan menggunakan perintah netstat.

Anda juga dapat menggunakan perintah find / -name client, tetapi tentu saja anda sudah tahu program client yang diinstall pada komputer anda.

Banyak dari program DDOS lebih banyak menggunakan fasilitas crontab UNIX yang secara automatic menjalankan aplikasi. Dalam hal seperti ini maka perlu check crontab apakah ada file yang termasuk dalam file-file yang perlu dicurigai sebagai client dari program DDOS ini.

Program yang dapat dipakai untuk mendeteksi program DDOS ini adalah
RID yang ditulis oleh si hacker Mixter (pembuat TFN dan TFN2K), anda dapat mencarinya di internet dengan mudah.
Sickenscan yang dapat mendeteksi password default dari program Stacheldraht.
Trin00killer adalah untuk me-remove program trin00 master dan daemonnya.


QUAGGA

Quagga adalah sebuah software aplikasi yang digunakan untuk
aplikasi routing protokol.Bagian quagga ada beberapa macam:
1. Zebra – merupakan bagian penghubung antara linux kernel
dengan aplikasi routing protokol.
2. Routing Daemon – merupakan aplikasi pengatur routing protokol.
Misal: ospfd adalah daemon yang mengatur routing protocol
OSPF, ripd adalah daemon yang mengatur routing protokol RIP
Perintah Quagga mirip dengan perintah yang ada di CISCO router.
Untuk installasi :
Router # apt­get install quagga

File konfigurasi awal di /etc/quagga
Router # ls /etc/quagga
daemons
debian.conf
Aktifkan quagga dengan mengedit file /etc/quagga/daemons
Router # vim /etc/quagga/daemons
Rubah protokol yang kita inginkan dengan merubah “no” menjadi
“yes”, contoh :
zebra = yes
ospfd = yes
artinya kita mengaktifkan zebra (wajib) dan protokol OSPF, begitu
juga dengan protokol yang lainnya
Membuat konfigurasi awal, list konfigurasi yang digunakan quagga :
zebra.conf --- untuk aplikasi zebra

ospfd.conf --- untuk routing protokol OSPF

ripd.conf --- untuk routing protokol RIP

bgpd.conf --- untuk routing protokol BGP

Bisa juga dengan cara mencopy contoh konfigurasi di documentation
Router# cp /usr/share/doc/quagga/examples/zebra.conf.sample
/etc/quagga/zebra.conf
Begitu juga file konfigurasi lainnya.
Untuk menjalankan daemon quagga, jalankan perintah :
Router# /etc/init.d/quagga start
Begitu juga untuk stop dan restart
Router# /etc/init.d/quagga stop
Router# /etc/init.d/quagga restar




apabila
kita ingin membangun jaringan dengan OSPF menggunakan quagga
langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
Mengaktifkan quagga setelah membuat konfigurasi awal Router # /etc/init.d/quagga start
Starting Quagga daemons (prio:10): zebra ospfd.
Melihat daemon konfigurasi dengan perintah (misal : ospf)

Router # netstat ­nlptu | grep zebra
tcp 0 0 127.0.0.1:2601
0.0.0.0:* LISTEN 2096/zebra
Router # netstat ­nlptu | grep ospf
tcp 0 0 127.0.0.1:2604
0.0.0.0:* LISTEN 2100/ospfd
artinya Zebra bekerja pada port 2601 dan ospfd pada 2604, begitu

juga apabila kita menggunakan “ripd” dan yang lainnya
Mengkonfigurasi zebra (password default “zebra”) :

Router # telnet localhost 2601
Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is Quagga (version 0.98.3).
Copyright 1996­2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
Router> en
Password:
Router#
Begitu juga dengan ospfd

Trying 127.0.0.1...
Connected to localhost.localdomain.
Escape character is '^]'.
Hello, this is Quagga (version 0.98.3).
Copyright 1996­2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
ospfd>en
Password:
ospfd# conf t
ospfd(config)# router ospf
ospfd(config­router)# network 10.252.108.0/24 area
0
Lakukan distribusi jaringan sesuai dengan topologinya

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme